Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan

19 Januari 2018

Forwarding Dengan Fitur NAT Mikrotik

SN Blog - Ketika ada karyawan atau staf yang bersifat mobile atau sedang berdinas ke luar dan membutuhkan akses data yang ada pada server tetapi server berada pada jaringan lokal. Maka kita perlu membuat supaya server tersebut bisa di akses dari jaringan publik. Cara paling sederhana adalah dengan memasang langsung ip publik ke server kita. Akan tetapi cara tersebut akan menimbulkan masalah ketika kita hanya memiliki satu ip publik dan komputer lain pada jaringan lokal kita juga memerlukan koneksi internet. Masalah lainnya adalah manajemen keamanan untuk traffic yang menuju ke server tersebut.

Dengan menggunakan mikrotik, kebutuhan tersebut bisa diatasi dengan cara port forwading menggunakan fitur NAT. Maka bandwidth bisa di manage dan firewall filtering juga bisa dilakukan, kita tempatkan server dibawah router mikrotik. Artinya, server berada pada jaringan lokal kita, contoh topologi :


Hampir sama dengan postingan saya sebelumnya yaitu Membangun Firewall DMZ Sederhana di Mikrotik akan tetapi postingan kali akan menjelaskan beberapa hal yang sebelumnya belum dijelaskan.

Langsung saja ke poin utama...

Supaya server bisa diakses dari publik, kita set fowarding di router mikrotik dengan fitur firewall NAT. Fowarding ini akan membelokkan traffic yang menuju ke IP publik yang terpasang di router menuju ke IP lokal server. Seakan-akan client dari internet berkomunikasi dengan server meminjam IP publik router mikrotik. Langkah pembuatan rule, masuk ke menu IP --> Firewall --> klik tab "NAT", tambahkan rule baru dengan klik tombol "add" atau tanda "+" berwarna biru di winbox.


*Tips: jika tidak yakin dengan port dan protokol yang digunakan oleh server, bisa di kosongkan terlebih dahulu. Dengan begitu, maka semua traffic akan difoward ke server. Jika setelah dicoba NAT sudah berhasil, baru kemudian kita tentukan protokol dan port yang harus di foward ke server.

Dengan konfigurasi seperti diatas, rule fowarding dengan NAT sudah selesai. Tapi jika kita memiliki lebih dari satu ip publik, kita membutuhkan satu rule lagi. Yaitu, rule yang difungsikan untuk mengarahkan traffic respon dari server ke jalur yang sama dengan traffic request. Misal request dari IP publik A, maka respon dari server juga harus keluar dari IP publik A. Jika ternyata traffic respon keluar dari IP publik B, maka traffic tersebut tidak dikenali oleh cilent yang mencoba mengakses server. Rule yang harus dibuat seperti berikut :


Dan rule NAT untuk fowarding sudah selesai. Jika kita memiliki lebih dari satu server sedangkan kita hanya memiliki satu IP publik saja, bisa kita foward berdasarkan port. Misal untuk server A dapat diakses melalui port 8080, kemudian server B melalui port 8090. Saat router menerima koneksi dari port 8080, maka koneksi akan diteruskan ke Server A, begitu juga saat router menerima koneksi dari port 8090, maka akan diteruskan ke server B. Sekarang coba akses server dari jaringan publik menggunakan ip publik yang terpasang di mikrotik.

Hairpin NAT


Kemudian kira - kira apakah bisa server diakses dari jaringan Lokal menggunakan ip publik di mikrotik tadi? Jawabannya adalah tidak. Lalu kenapa ?
Karena pada saat diakses dari jaringan publik, misal client memiliki IP Public 3.4.5.6, maka aliran trafficnya akan seperti berikut:


Dari aliran data diatas, ketika Server diakses dari jaringan publik data bisa dikirim dengan baik oleh router. Tetapi berbeda, jika diakses dari jaringan Lokal, misal client memiliki IP Address 172.16.15.2, maka aliran data akan menjadi seperti berikut :


Yang terjadi adalah server akan langsung mengirim traffic respon ke client tanpa melewati router, karena source address ada dan dikenali di jaringan Server (masih dalam 1 segmen IP). Traffic respon yang dikirim dari server akan ditolak oleh client, karena sebelumnya client me-request ke router mikrotik terlebih dahulu, bukan langsung ke Server. Client hanya mau menerima respon dari ip yang sebelumnya dituju, yakni 10.9.8.2. Nah solusinya adalah dengan menambahkan Rule NAT untuk traffic dari Lokal menuju Server.


Rule NAT diatas akan mengubah source ip address yang sebelumnya adalah ip komputer client, digantikan dengan ip router Mikrotik ketika data diteruskan dari router Mikrotik ke server. Maka server akan mengirimkan data respon ke router Mikrotik, bukan langsung ke komputer client. Dengan rule nat baru tersebut, maka aliran data akan menjadi seperti berikut :


Dengan begitu, client dari jaringan lokal bisa mengakses ke Server dengan IP publik yang terpasang di router Mikrotik. Konfigurasi diatas disebut dengan Hairpin NAT.

20 November 2017

Mengenal Ukuran Rackmount

SN Blog - Rackmount merupakan casing berbentuk tipis, pipih horizontal dan dapat disusun layaknya sebuah rak pada sebuah lemari khusus.

Author: Victorgrigas / Rackmount pada server wikimedia

Ukuran rackmount berkisar antara :
UnitDimension (W x H x D)
1U19″ x 1.75″ x 17.7″; 19″ x 1.75″ x 19.7″; 19″ x 1.75″ x 21.5″
2U19″ x 3.5″ x 17.7″; 19″ x 3.5″ x 20.9″ ;19″ x 3.5″ x 24″
3U17.1″ x 5.1″ x 25.5″
4U19″ x 7″ x 17.8″; 19″ x 7″ x 26.4″
5U19″ x 8.34″ x 19.67″; 19.1″ x 8.75″ x 26.4″
6U19″ x 10.5″ x 19.5″
7U17″ x 12.2″ x 19.8″
Pada sistem rackmount merupakan istilah yang merepresentasikan jumlah unit server yang bisa dipasang pada rak server, yaitu 1U, 2U, 3U atau 4U. 1U sendiri melambangkan ketebalan (tinggi) server dalam satuan inchi, 1U =  1.75 inchi (44.5mm).
Dengan sistem rackmount maka pengaturan server yang berjumlah lebih dari 2 unit atau lebih akan tertata dengan baik. Rackmount umumnya dipakai institusi yang menggunakan fungsi server berbeda pada satu rak, seperti Web Server, Database Server, dan sebagainya.

Referensi:
https://gemaroprek.com/mengenal-rack-rerver-dan-ukuran-rackmount/
https://members.idcolo.com/knowledgebase/71/Mengenal-Ukuran-Rackmount-1U-2U-3U-4U-dll.html
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Wikimedia_Foundation_Servers-8055_08.jpg (sumber gambar)

16 Mei 2017

Blok Ransomware WannaCry Pada Mikrotik

SN Blog - Berikut beberapa cara Blok Ransomware WannaCry Pada Mikrotik:

Filter Rule

Metode dengan firewall rule bekerja pada traffic dimana host berada berada dalam subnet/segment ip berbeda, baik antar koneksi lokal maupun dari publik/internet

/ip firewall filter add chain=forward protocol=tcp \
dst-port=137-139,445,3389 action=drop disabled=no comment="Drop Ransomware WannaCry" 
/ip firewall filter add chain=forward protocol=udp \
dst-port=137-139,445,3389 action=drop disabled=no comment="Drop Ransomware WannaCry"

Bridge Filter

Metode ini dapat diterapkan pada kondisi semua host berada dalam subnet/segment ip yang sama dan dalam kondisi bridging.

/interface bridge filter add chain=forward in-interface=ether1 \
mac-protocol=ip dst-port=137-139 ip-protocol=tcp action=drop disabled=no comment="Drop Ransomware WannaCry" 
/interface bridge filter add chain=forward in-interface=ether1 \
mac-protocol=ip dst-port=137-139 ip-protocol=udp action=drop disabled=no comment="Drop Ransomware WannaCry" 
/interface bridge filter add chain=forward in-interface=ether1 \
mac-protocol=ip dst-port=445 ip-protocol=tcp action=drop disabled=no comment="Drop Ransomware WannaCry" 
/interface bridge filter add chain=forward in-interface=ether1 \
mac-protocol=ip dst-port=445 ip-protocol=udp action=drop disabled=no comment="Drop Ransomware WannaCry"
/interface bridge filter add chain=forward in-interface=ether1 \
mac-protocol=ip dst-port=3389 ip-protocol=tcp action=drop disabled=no comment="Drop Ransomware WannaCry" 
/interface bridge filter add chain=forward in-interface=ether1 \
mac-protocol=ip dst-port=3389 ip-protocol=udp action=drop disabled=no comment="Drop Ransomware WannaCry"

Thanks to: http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=250 

29 April 2017

Blok Facebook Dengan Layer 7 Di Mikrotik

SN Blog - Blok Facebook Dengan Layer 7 Di Mikrotik

Tambahkan regexp pada layer7-potocol:
/ip firewall layer7-protocol add name=fb regexp="^.*(facebook).*$"
Kemudian tambahkan firewall filter rule:
/ip firewall filter add chain=forward layer7-protocol=facebook action=drop

Note: menggunakan layer7 pada mikrotik akan membuat pemakaian resource/sumber daya menjadi sangat intensif. Dan perlu diperhatikan karena sekarang whatsapp sudah terintegrasi dengan facebook, cara diatas juga akan memblok akses whatsapp. (whatsapp web dalam kasus saya)

13 Februari 2017

Konfirgurasi Mikrotik Router Dengan Proxy Eksternal Clear OS


SN Blog - Konfirgurasi Mikrotik Router Dengan Proxy Eksternal Clear OS

IP Address publik (dari ISP) = 121.122.123.2/30 (hanya contoh)
IP Address ke jaringan lokal = 192.168.100.0/24
IP Address ke Clear OS = 192.168.200.1/30

NAT

#NAT ke internet
/ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=publik

# NAT Clear OS

/ip firewall nat add chain=dstnat action=dst-nat to-addresses=192.168.200.2 to-ports=3128 protocol=tcp src-address=!192.168.200.1/30 in-interface=local dst-port=80,8080

# Remot
Clear OS
/ip firewall nat add chain=dstnat action=dst-nat to-addresses=192.168.200.2 to-ports=22 protocol=tcp dst-address=121.122.123.2 dst-port=22


Mangle

#Marking Hit Loss
/ip firewall mangle add chain=postrouting action=mark-packet new-packet-mark=hit_loss passthrough=no protocol=tcp dscp=12

#Marking Koneksi
/ip firewall mangle add chain=prerouting action=mark-connection new-connection-mark=local_con passthrough=yes src-address=192.168.100.0/24

#Marking Packet
/ip firewall mangle add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=local_pack passthrough=no connection-mark=
local_con

Membangun Firewall DMZ Sederhana di Mikrotik

SN Blog - Pada kesempatan kali ini Saya akan sharing tentang bagaimana "Membangun Firewall DMZ Sederhana di Mikrotik". Firewall DMZ (Demilitarized Zone) – atau jaringan perimeter adalah jaringan security boundary yang terletak diantara suatu jaringan corporate / private LAN dan jaringan public (Internet).

Firewall DMZ ini harus dibuat jika anda perlu membuat segmentasi jaringan untuk meletakkan server yang bisa diakses publik dengan aman tanpa harus bisa mengganggu keamanan system jaringan LAN di jaringan private kita. Perimeter (DMZ) network didesain untuk melindungi server pada jaringan LAN corporate dari serangan hackers dari Internet.

Berikut contoh topologinya:
Misalnya, IP address WAN/publik pada Mikrotik adalah: 202.162.212.2
IP address lokal: 192.168.2.1
IP address web server pada jaringan lokal: 192.168.2.2


Berikut contoh gambar topologinya:
dmz topologi - mirzamedia.net


Berikut konfigurasi pada Mikrotik:

berikut konfgurasi pada mikrotik:
konfigurasi ip ether1 WAN: 202.162.212.2
konfigurasi ip ether2 to web server: 192.168.2.1

konfigurasi firewall

ip firewall nat add chain=dstnat action=dst-nat to-addresses=192.168.2.2 to-ports=80 protocol=tcp dst-address=202.162.212.2 dst-port=80


Selamat mencoba. semoga berhasil!

29 Oktober 2016

Teknik Setting Pengalihan / Forwarding DNS di Mikrotik

SN Blog - Ada solusi di dalam Mikrotik Router yang dapat digunakan untuk “memaksa” request DNS dari client untuk menggunakan DNS yang kita inginkan. Caranya dengan menambahkan rules di IP > Firewall > NAT seperti berikut ini:
/ip firewall nat add action=redirect chain=dstnat comment="" disabled=no dst-port=53 protocol=tcp to-ports=53 
/ip firewall nat add action=redirect chain=dstnat comment="" disabled=no dst-port=53 protocol=udp to-ports=53
Rules diatas akan memaksa / meredirect permintaan DNS (Port 53) dari komputer client ke DNS Mikrotik. Meskipun client mengganti DNS akan tetap menggunakan DNS yang kita setting pada IP > DNS Mikoritk Router Anda.

Blok Traceroute Mikrotik

SN Blog - Blok Traceroute Mikrotik

Rules Blok Traceroute Mikrotik
/ip firewall filter add chain=forward protocol=icmp icmp-options=11:0 action=drop comment="Drop Traceroute from client"
/ip firewall filter add chain=forward protocol=icmp icmp-options=3:3 action=drop comment="Drop Traceroute from client"

Drop Port Scanners Mikrotik

SN Blog - Sebagai administrator jaringan, kita wajib menjaga keamanan jaringan yang kita tangani.
Artikel kali ini saya ingin berbagi tutorial tentang bagaimana menghindari Port Scanner dari hacker/cracker pada mikrotik router.

Untuk melindungi mikrotik router dari port scanner, kita dapat mencatat ip dari hacker/cracker yang mencoba menscan router Anda. Menggunakan address list ini kita dapat men drop koneksi dari ip tersebut.

Pada tutorial ini menggunakan CLI, bagi pembaca yang menggunakan winbox/web config bisa menyesuaikan.

Pada /ip firewall filter
add chain=input protocol=tcp psd=21,3s,3,1 action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" address-list-timeout=2w comment="Port scanners to list " disabled=no
Chain ini digunakan untuk mencatat ip ke black-list address list, dan akan disimpan selama 2 minggu.

Chain berikutnya berfungsi untuk mendeteksi apakah ada indikasi aktifitas post scanner:
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,!syn,!rst,!psh,!ack,!urg action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" address-list-timeout=2w comment="NMAP FIN Stealth scan"
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,syn action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" address-list-timeout=2w comment="SYN/FIN scan"
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=syn,rst action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" address-list-timeout=2w comment="SYN/RST scan"
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,psh,urg,!syn,!rst,!ack action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" address-list-timeout=2w comment="FIN/PSH/URG scan"
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,syn,rst,psh,ack,urg action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" address-list-timeout=2w comment="ALL/ALL scan"
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=!fin,!syn,!rst,!psh,!ack,!urg action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" address-list-timeout=2w comment="NMAP NULL scan"
Jika ada tanda-tanda dari kejadian diatas, maka harus didrop scanning IPnya menggunakan perintah berikut ini:
add chain=input src-address-list="port scanners" action=drop comment="dropping port scanners" disabled=no
Anda juga dapat mendrop port scanner ini pada chain forward, tapi menggunakan rule diatas dengan "chain=forward".

Semoga artikel ini bisa membantu. Meskipun tidak ada jaringan yang 100% aman, tapi setidaknya kita sudah berusaha untuk mengamankannya. Terimakasih

Referensi: http://wiki.mikrotik.com/wiki/Drop_port_scanners

04 Juni 2016

Cara Mengatasi DNS Attack Di Mikrotik


dns cache mikrotik - mirzamedia.net
DNS Cache

DNS Attack - FreeDNS. Teman-teman ada yang pernah mengalami kejadian seperti digambar??? Jika pernah kita senasib :-D . Akhir-akhir ini network di tempat saya agak terasa berat koneksinya, walau tidak banyak yang menggunakan tapi bandwidth terasa sesak dan sering DNS not resolved serta penggunaan resource hardware yang tidak wajar.

Setelah mencoba mencari tahu penyebabnya, muncul kecurigaan adanya DNS Attack. Karena dalam cache DNS server terdapat record yang aneh seperti pada gambar diatas. Mencoba cari-cari informasi dengan googling dan bertanya pada teman. Alhamdulillah akhirnya ketemu solusinya. Terimakasih Mr RS yang telah membantu :-D .

Ternyata masalahnya karena terkena free DNS, dari pemahaman saya sih network saya dijadikan orang lain sebagai DNS server. Berhubung IP nya IP Publik hal itu sangat mungkin terjadi. Setelah berbincang dengan Mr RS dan di beri arahan untuk menanganinya, kemudian saya coba praktekkan dan ternyata benar work 100%. Alkisah ternyata Mr RS pernah mengalami hal yang serupa juga.

Cara untuk menanganinya adalah dengan memblok input protocol UDP port 53 (domain) dari interface WAN. Berhubung saya menggunakan mikrotik, jadi cara yang saya berikan adalah memblok input protokol UDP port 53 (domain) di mikrotik.

Berikut ini caranya:

1. Via command line

Setelah login ke mikrotik console, ketikkan command berikut:

ip firewall filter add chain=input protocol=udp dst-port=53 in-interface=Publik action=drop

NB: Sesuaikan in-interface dengan interface WAN Anda.

2. Via winbox

Setelah login, Klik menu IP > Firewall

ip firewall mikrotik - mirzamedia.net
IP Firewall


3. Kemudian di Tab Filter Rules tambahkan rule baru dengan klik tombol plus berwarna merah di pojok kiri atas.

filter rule mikrotik - mirzamedia.net
Filter Rule


4. Lalu set Chain ke input, protocol ke UDP, Dst port ke 53, dan in-interface ke interface WAN Anda.

add filter rule mikrotik - mirzamedia.net


5. Kamudian di tab Action pilih drop dan klik Ok untuk menyimpan.

add filter rule mikrotik - mirzamedia.net


Nah, sekarang request DNS resolved dari luar sudah berhasil di blok. Semoga artikel ini bisa membantu teman-teman yang mengalami masalah yang sama. Mohon koreksinya jika ada yang salah. Terimakasih